PEKANBARUINFO.COM-Kalinjuhang tentu tak asing lagi bagi masyarakat Pekanbaru, Riau. Sebab nama kolam renang Kalinjuhang pernah berjaya serta sangat erat kaitannya bagi budak Melayu (anak Melayu) di era tahun 1980-2000an.
Tidak ada catatan pasti kapan dibangunnya kolam renang Kalinjuhang. Namun bagi masyarakat Pekanbaru, Kalinjuhang ada sejak tahun 1980-an dan sudah jadi idola kalangan remaja dan anak sekolah.
Kolam yang berada di kawasan Masjid An-Nur itu pada masa kejayaan kerap dipakai untuk latihan renang. Termasuk penilaian sekolah khususnya di bidang olahraga juga dilakukan di Kalinjuhang.
"Saya rasa kalau anak sekolah penilaian olahraga berenang pasti ke Kalinjuhang. Belajar renang, latihan atlet juga pasti ke sini," ucap warga setempat, Aliyah Latifa, Selasa (24/1/2023).
Bahkan karena populernya, tidak ada anak Pekanbaru yang tak mengenal Kalinjuhang. Seluruh penjuru Kota Bertuah sudah pasti tahu Kalinjuhang.
"Kalinjuhang, orang pasti langsung bilang kolam renang Jalan Hang Tuah ini. Maka ada istilah kata 'bukan budak Pekanbaru kalau tidak tahu kolam renang Kalinjuang' yang sangat terkenal ini," kata Latifa.
Kalinjuhang Lahirkan Banyak TNI-Polri
Hal serupa diakui Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pria Budi. Pria Budi mengaku menjadi polisi sebagai salah satu produk kejayaan dari Kalinjuhang.
"Kalau anak Pekanbaru asli, kolam renang Kalinjuhang itu adalah kenangan yang tak terlupakan. Kenapa? Karena sejak saya SD tahun 80-an itu kolam renang yang saya tahu itu hanya Kalinjuhang. Saya ini produk Kalinjuhang juga," kata perwira menengah tersebut.
Sejak SD hingga lulus Akabri tahun 1995-1996, Pria Budi mengaku terus berlatih di Kalinjuhang. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab Kalinjuhang adalah pusat keramaian di Kota Pekanbaru dengan fasilitas lengkap di sekelilingnya.
Beberapa fasilitas di sekitar Kalinjuhang adalah stadion, heritage, tempat jogging dan pusat latihan atlet. Termasuk pusat kuliner dan tongkrongan saat ada konser musik.
"Saya tes Akabri tahun 1995-1995 itu juga di Kalinjuhang. Di situ kami ambil nilai, itu sudah banyak polisi dan tentara yang jadi dari kolam renang itu, banyak lahir tentara dan polisi, ada atlet juga," kata Pria Budi.
Selain Kalinjuhang, masyarakat Pekanbaru diketahui kerap memanfaatkan sungai Siak. Hanya saja, tak semua orang berani untuk berenang di Sungai Siak kecuali anak-anak asli tepian.
"Kita Pekanbaru tahunya Kalinjuhang saja, beda sekarang hotel-hotel juga sudah ada kolam renang. Makanya tiap tes itu sudah pasti ada ratusan orang masuk ke kolam renang Kalinjuhang itu. Sudah banyak bibit-bibit perwira polisi TNI dan yang lain lahir dari Kalinjuhang. Atlet-atlet juga banyak lahir dari situ," kata alumni SMA 8 tersebut.
Direnovasi Untuk PON 2012-Gejolak Jadi Kolam Renang Syariah
Pada masa kejayaan, Kalinjuhang sempat direnovasi pemerintah saat akan dipakai untuk PON 2012 lalu. Namun sayang, PON usai kolam renang pun terbengkalai tidak terawat.
"Waktu PON 2012 itu terakhir, habis tu tak dipakai lagi. Kelar PON 2012 terbengkalai, padahal sudah cantik kali waktu itu," kata pengurus Masjid An-Nur, M Adin.
Setelah terbengkalai, sempat muncul isu Kalinjuhang akan dijadikan kolam renang Syariah. Sebab keberadaannya yang ada dalam kawasan masjid dinilai tidak layak.
"Baru rencana (jadi kolam renang Syariah). Belum terealisasi," kata Adin.
Setelah gejolak panjang, Kalinjuhang kini dipastikan akan hilang. Sebab bangunan utama dan kolam renang kini dibongkar dan akan jadi taman hijau dalam kawasan Masjid An-Nur Pekanbaru.
Terlihat kolam renang sudah rata dengan tanah. Hanya tersisa bangunan tua yang sudah rapuh dengan tulisan 'Kalinjuhang' pada sisi jalan lingkar Masjid An-Nur dan telah berlumur.
Sementara di bagian kolam masih terlihat tujuh buah balok start dan finish yang juga telah tertimbun tanah. Itu artinya, tak lama lagi luas lahan kawasan Masjid An-Nur sempurna 12,6 hektare.
"Kalau total tetap 12,6 hektare seluruh pekarangan An-Nur. Sudah termasuk Kalinjuhang," katanya.
Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di detik.com