Iklan

Iklan

,

Akhirnya Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Pensiunan Pegawai PTPN V Pekanbaru di Banyuwangi

Admin
6/13/24, Juni 13, 2024 WIB Last Updated 2024-06-13T14:46:46Z

PEKANBARUINFO.COM-Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan pensiunan PTPN V, Siawan (68). 

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra kepada RiauOnline.co.id, Kamis, 13 Juni 2024 mengatakan, pelaku merupakan supir korban dan berhasil diamankan atas kerjasama Jajaran Polda Riau dan Polresta Jajaran Banyuwangi, Jawa Timur.

"Iya, Pelaku (Supir-red) sudah ditangkap tadi siang di Banyuwangi," ujar Kompol Bery.

Kompol Bery mengatakan pelaku ditangkap saat sedang berada di Banyuwangi oleh Tim Resmob Jembalang Satreskrim Polresta Pekanbaru. Tim ini dibackupa Personel Polresta Banyuwangi dan Personel Jatanras Polda Jawa Timur.

Hanya saja polisi belum merilis identitas pelaku yang baru saja ditangkap itu. Namun Kompol Bery menyebutkan, pelaku adalah orang dekat korban. "Terduga pelaku sopir korban. Nanti ya lengkapnya," imbuh Mantan Kasat Reskrim Polres Kampar dan Kasat Reskrim Polres Bulukumba ini.

Sebelumnya diberitakan, Saiwan, pensiunan perusahaan PTPN V Pekanbaru ditemukan tewas pada Rabu (29/5) malam di rumahnya Jalan Bunga Inem Kelurahan Sialangmunggu Kecamatan Tuah Madani. Kondisi korban berlumuran darah dan sudah membau.

"Jenazah pak Saiwan pertama kali ditemukan anaknya yang datang dari daerah Kubang. Karena bapak ini HP nya enggak aktif sejak 2 hari belakangan," ujar Ketua RW 17 Kelurahan Sialangmunggu Ivan Syahlufti (38) di lokasi kejadian.

Selama ini, Saiwan tinggal sendirian di Perumahan Mandala itu. Yang kerap datang adalah sopirnya. Namun saat mayat korban ditemukan, sang sopir tidak berada di lokasi.

"Informasi dari keluarganya, Pak Saiwan ini baru pulang dari bank 2 hari sebelum ditemukan jenazahnya. Sopirnya tidak ada di rumah, mobil korban Ertiga juga tidak ada lagi," kata Ivan.

Sejumlah warga berbondong-bondong menyaksikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukam tim Inafis Polresta Pekanbaru.

"Di rumah tersebut, terdapat bercak darah bekas seretan di lantai rumah dekat mayat ditemukan. Mayat sudah membiru dan bau, karena kata anak korban, bapak ini sudah 2 hari tak bisa dihubungi," jelas Ivan.

Ivan menyebutkan, anaknya datang karena nomor HP korban tidak aktif. Lalu sang anak masuk ke rumah dan menemukan mayat ayahnya. Selanjutnya, sang anak mengadukan kejadian itu kepada warga dan Ketua RT dan RW setempat.

"Saya bersama Pak RT melihat ada onggokan tertutup selimut. Ada bercak darah juga, seperti bekas diseret," ucap Ivan.

Ivan mendapat informasi bahwa selama ini korban memiliki mobil Ertiga dan sopir yang sering datang. Tapi, mobil milik korban sudah tidak berada di rumah.

"Anaknya bilang, BPKB mobil, surat-surat berharga lainnya hilang bersama mobilnya," kata Ivan.

Dari darah, bekas seretan dan hilangnya mobil, ada indikasi Saiwan merupakan korban perampokan dan pembunuhan.**

Iklan

iklan